Seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Grace Natalie mengatakan ada banyak kemungkinan yang bisa menyebabkan keluarnya darah ketika Anda dan pasangan berhubungan intim. Pendarahan juga bisa terjadi setelah berhubungan suami istri. Berikut beberapa penyakit yang harus Anda waspadai jika sering mengalami pendarahan.

Pendarahan

Kanker Serviks
Kanker serviks merupakan penyakit yang menyerang daerah leher rahim. Serviks sendiri merupakan bagian terendah dari rahim yang menonjol ke puncak vagina. Kanker ini disebabkan karena virus Human Papilloma dan semua perempuan memiliki risiko yang sama untuk terkena kanker serviks.

Menurut dr. Grace, anggapan bahwa kanker serviks hanya menyerang orang yang berhubungan intim dengan berganti-ganti pasangan adalah keliru. Upaya pencegahan kanker ini bisa dilakukan oleh Anda yang belum pernah berhubungan intim maupun Anda yang telah aktif berhubungan intim.

Jika Anda belum pernah berhubungan intim disarankan untuk melakukan imunisasi vaksin HPV. Anak usia 9 hingga 13 tahun sebanyak 2 kali suntik dan di atas usis 13 tahun sebanyak 3 kali suntik.

Jika Anda telah aktif berhubungan intim disarankan untuk melakukan tes IVA atau pap smear. IVA adalah tes sederhana yang dilakukan dengan cara mengoleskan asam cuka ke bagian vagina. Tunggu reaksi selama 1 hingga 2 menit. Jika asam cuka berubah menjadi buih dengan warna putih, maka patut diwaspadai Anda terkena kanker serviks dan perlu penanganan lanjutan.

Tes pap smear dilakukan dnegan mengambil sampel cairan dari dalam vagina Anda yang selanjutnya akan dianalis di laboratorium. Hasil tes akan terlihat apakah terdapat virus Human Papilloma atau tidak.

Ada dua jenis tes pap smear yang bisa Anda lakukan yaitu dengan cara konvensional dan thinprep. Tingkat akurasi pap smear secara konvensional berkisar di angak 70 persen dan Anda wajib melakukan pemeriksaan ulang dalam tempo dua tahun. untuk pap smear thinprep waktu berlakunya 5 tahun dengan akurasi sekitar 80 persen.

Polip
Darah yang keluar saat atau seletah Anda melakukan hubungan suami istri juga bisa terjadi karena adanya polip yang muncul di organ intim. Polip ini sama seperti polip hidung  yang kecil dan lunak dan akan tergesek saat berhubungan intim kemudian terjadi pendarahan.

Darah yang Belum Luruh
Jika Anda berdarah saat berhubungan intim mendekati waktu menjelang atau sebelum periode menstruasi, maka bisa jadi darah tersebut adalah yang meluruh dari dinding rahim. Menurrut dr. Grace saat berhubungan intim, rahim akan mengalami kontraksi dan saat itulah darah keluar.

Infeksi
Infeksi sendiri bisa terjadi di mana saja, termasuk di mulut rahim Anda. menurut dokter, infeksi pada organ intim memiliki warna merah dan sekilas tampak hampir sama saat Anda menderita sariawan.

Itulah beberapa penyakit yang harus Anda waspadai jika Anda sering mengalami pendarahan baik saat maupun setelah berhubungan suami istri. Kunjungi situs Orami di www.orami.com untuk mendapatkan informasi lainnya mengenai kesehatan dan kebutuhan Anda.

Waspadai Penyakit Ini Jika Anda Sering Mengalami Pendarahan

Seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Grace Natalie mengatakan ada banyak kemungkinan yang bisa menyebabkan keluarnya darah ketika Anda dan pasangan berhubungan intim. Pendarahan juga bisa terjadi setelah berhubungan suami istri. Berikut beberapa penyakit yang harus Anda waspadai jika sering mengalami pendarahan.

Pendarahan

Kanker Serviks
Kanker serviks merupakan penyakit yang menyerang daerah leher rahim. Serviks sendiri merupakan bagian terendah dari rahim yang menonjol ke puncak vagina. Kanker ini disebabkan karena virus Human Papilloma dan semua perempuan memiliki risiko yang sama untuk terkena kanker serviks.

Menurut dr. Grace, anggapan bahwa kanker serviks hanya menyerang orang yang berhubungan intim dengan berganti-ganti pasangan adalah keliru. Upaya pencegahan kanker ini bisa dilakukan oleh Anda yang belum pernah berhubungan intim maupun Anda yang telah aktif berhubungan intim.

Jika Anda belum pernah berhubungan intim disarankan untuk melakukan imunisasi vaksin HPV. Anak usia 9 hingga 13 tahun sebanyak 2 kali suntik dan di atas usis 13 tahun sebanyak 3 kali suntik.

Jika Anda telah aktif berhubungan intim disarankan untuk melakukan tes IVA atau pap smear. IVA adalah tes sederhana yang dilakukan dengan cara mengoleskan asam cuka ke bagian vagina. Tunggu reaksi selama 1 hingga 2 menit. Jika asam cuka berubah menjadi buih dengan warna putih, maka patut diwaspadai Anda terkena kanker serviks dan perlu penanganan lanjutan.

Tes pap smear dilakukan dnegan mengambil sampel cairan dari dalam vagina Anda yang selanjutnya akan dianalis di laboratorium. Hasil tes akan terlihat apakah terdapat virus Human Papilloma atau tidak.

Ada dua jenis tes pap smear yang bisa Anda lakukan yaitu dengan cara konvensional dan thinprep. Tingkat akurasi pap smear secara konvensional berkisar di angak 70 persen dan Anda wajib melakukan pemeriksaan ulang dalam tempo dua tahun. untuk pap smear thinprep waktu berlakunya 5 tahun dengan akurasi sekitar 80 persen.

Polip
Darah yang keluar saat atau seletah Anda melakukan hubungan suami istri juga bisa terjadi karena adanya polip yang muncul di organ intim. Polip ini sama seperti polip hidung  yang kecil dan lunak dan akan tergesek saat berhubungan intim kemudian terjadi pendarahan.

Darah yang Belum Luruh
Jika Anda berdarah saat berhubungan intim mendekati waktu menjelang atau sebelum periode menstruasi, maka bisa jadi darah tersebut adalah yang meluruh dari dinding rahim. Menurrut dr. Grace saat berhubungan intim, rahim akan mengalami kontraksi dan saat itulah darah keluar.

Infeksi
Infeksi sendiri bisa terjadi di mana saja, termasuk di mulut rahim Anda. menurut dokter, infeksi pada organ intim memiliki warna merah dan sekilas tampak hampir sama saat Anda menderita sariawan.

Itulah beberapa penyakit yang harus Anda waspadai jika Anda sering mengalami pendarahan baik saat maupun setelah berhubungan suami istri. Kunjungi situs Orami di www.orami.com untuk mendapatkan informasi lainnya mengenai kesehatan dan kebutuhan Anda.

No comments:

Post a Comment